“Tidak pernah penuh penumpangnya, ya kayak gini sudah.” Katanya sambil menunjuk sejumlah Bus yang parkir tanpa penumpang
Hal sama di katakan Muhammad Firdaus salah satu Kondektur Bus, mengaku bahwa sejak pandemi, penumpang yang di angkut dapat dihitung dengan jari.
“Kadang cuma dua orang, dadine golek penumpang ndek embong, (jadinya cari penumpang di jalan (Red ; Jawa) probolinggo, Sidoarjo, mau gimana lagi,” Tambah Kondektor Bus jurusan Jember- Surabaya ini.
Menurutnya, berkurangnya penumpang tersebut, sebenarnya sangat merugikan, lantaran tidak seimbang dengan biaya oprasional Bus.
“Bayangkan, penumpang dari sini terkadang hanya dua orang, sementara bahan bakarnya berapa, biaya makan minum berapa. Ya jelas rugi.” Keluhnya








