Melihat, kejadian itu warga berusaha menyelamatkan tubuh korban dan di bawa ke Puskesmas Kencong untuk mendapat pertolongan medis. Namun nyawa korban tak terselamatkan, setelah beberapa menit kemudian, akibat kehabisan darah.
Menurut salah satu perangkat desa Sawab, pembacokan terhadap korban, dipicu setelah pelaku mendapat pengakuan dari sang istri bernama Ponasri, bahwa jika selama ini mereka berdua (Ponari dan Sukari) diam-diam telah melakukan hubungan terlarang.
“Keterangan dari warga, empat hari yang lalu, pelaku mengeluh kepada istri, kenapa sekarang cari rejeki kok sulit, entah awalnya gimana, tiba-tiba istri mengaku meminta maaf, karena telah berselingkuh dengan korban,” kata Sawab.








