Pernyataan Sutikno – si bos PO Borobudur, mengartikan bahwa Pemkab Jember “lelet”. Tak segera mencairkan dana segar, yang dibutuhkan untuk membiayai persiapan atlit menjemput juara.
Rupanya, Sutikno juga mulai galau. Muncul kalimat pesimistis. Seperti yang dia katakan, bahwa dirinya, belum mampu memastikan rencana suntikan dana Pemkab Jember, cukup atau banyak kurangnya. Dia pun terpaksa, memulai langkah jurus “seribu pelarian”. Mencari opsi, sokongan dana di luar APBD Jember.
Mantan Ketua Askab PSSI Jember, ini cukup realistis. Cara berfikirnya sangat masuk akal. Sehebat apa pun tim, tanpa dana, apalah artinya. Ya begitulah, kira-kira pesan yang disampaikan Sutikno. Menagih Akselerasi Bupati telat mentransfer dana pembinaan atlit, seharusnya tak perlu terjadi di Jember.
Semua masyarakat paham, bahwa Bupati Hendy : menjual jargon akselerasi. Sebuah lompatan, kerja cepat. Tapi kenapa dana pembinaan atlit terlambat?










