Kebijakan Pertanian Diperkuat, di Acara “Gus’e Menyapa” Bupati Fawait Ajak Petani Bersinergi

oleh -639 Dilihat
Company Logo

JEMBER, Pelitaonline.ID – Pertemuan antara Bupati Jember Muhammad Fawait dengan para penyuluh dan ratusan tokoh petani di kediaman Waseso Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro Kabupaten Jember melalui agenda “Gus’e Menyapa”.

Program tersebut juga menjadi ruang dialog terbuka untuk menampung aspirasi dan merespons kebutuhan sektor pertanian di tingkat desa. Suasana pertemuan berlangsung hangat, mencerminkan kedekatan pemerintah daerah dengan pelaku utama produksi pangan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Fawait menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto sekaligus menegaskan arah baru kebijakan pertanian nasional yang disebut semakin berpihak kepada petani. Ia menyoroti tiga poin utama sebagai bukti keberpihakan tersebut.

Poin pertama adalah kebijakan harga gabah minimal Rp6.500. Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini menyebut aturan ini sebagai tonggak penting di era Presiden Prabowo, karena memberikan kepastian dan perlindungan terhadap harga jual petani.

“Saya meminta masyarakat khususnya warga Semboro, tidak ragu melapor jika menemukan praktik pembelian gabah di bawah standar. Ini untuk menjaga martabat petani. Harga tidak boleh jatuh, dan pemerintah akan menindaklanjuti setiap laporan,” tegasnya.

Kedua, Gus Fawait menjelaskan bahwa pemerintah pusat menjamin melimpahnya panen tidak lagi menyebabkan harga anjlok. Menurutnya, stabilitas harga adalah bentuk komitmen negara dalam melindungi produsen pangan.

Poin ketiga Ia menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai bukan hanya bertujuan meningkatkan asupan gizi anak, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi daerah.

Company Logo

“Harga sayur, jeruk, dan komoditas lain akan ikut naik karena permintaan meningkat. Petani Jember harus siap menangkap peluang itu,” ungkap Bupati yang akrab dengan sapaan Gus Fawait ini, di hadapan peserta pertemuan, Sabtu (29/11/2025).

Gus Fawait juga membuka ruang diskusi terkait kebutuhan riil petani, termasuk soal bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Ia mengingatkan bahwa setiap bantuan harus tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lapangan, serta dirawat untuk mencegah penyalahgunaan.

Ia menyinggung kondisi Kabupaten Jember yang pernah berjaya sebagai lumbung padi, namun belakangan tertinggal akibat pembangunan infrastruktur pertanian yang tidak merata.

“Tahun ini, pemerintah memberikan program optimalisasi lahan sekitar 6.000 hektare, mencakup irigasi, penyediaan bibit, dan alsintan,” tuturnya.

Gus Fawait juga mendorong kelompok tani agar mulai membuka ruang lebih luas bagi generasi muda. Anak muda dinilai lebih cepat dalam pengelolaan administrasi dan pengajuan proposal bantuan, terutama di tengah keterbatasan jumlah penyuluh.

“Anggaran negara memiliki batas, sehingga pemanfaatan bantuan harus betul-betul bertanggung jawab. Bibit yang diberikan, wajib ditanam dan tidak boleh diperjualbelikan,” tegasnya

Di sisi lain, warga Semboro diminta menyampaikan kebutuhan krusial seperti ketersediaan air dan perbaikan irigasi. Fawait berharap optimalisasi lahan dan penguatan infrastruktur dapat diperluas di tahun-tahun berikutnya untuk mengejar ketertinggalan sektor pertanian.

Di akhir pertemuan, Gus Fawait mengajak seluruh pihak  petani, kelompok tani, penyuluh, hingga pemerintah desa untuk bersinergi dalam menyukseskan program peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. “Kalau kita kompak, Jember bisa kembali berjaya sebagai daerah pertanian,” pungkasnya.

Pewarta : Rado
Editor : Wahyudiono

No More Posts Available.

No more pages to load.