“Aplikasi ini dipegang oleh masing-masing KPM, yang bertujuan untuk melakukan pemantauan terhadap ibu hamil. Ibu nifas, dan pemantauan terhadap kehidupan 1000 hari pertama bayi yang ada di desa, hal ini sebagai upaya untuk melakukan pencegahan stunting terhadap kondisi bayi tersebut,” ujanya.
Oleh karenanya, pencegahan stunting di desa juga perlu didukung dengan sistem informasi yang cepat dan akurat, dengan adanya eHDW ini diharapkan dapat mendukung intervensi gizi masyarakat. “Kegiatan ini juga sesuai dengan arahan Kemendes dan Gubernur Jatim dalam menciptakan Jatim sehat, oleh karenanya, aplikasi ini juga berfungsi untuk layanan kesehatan ibu dan anak, layanan konseling gizi terpadu dan lainnya,” pungkas. (aisy/umam)








