Panitia memiliki kewenangan yang sangat strategis. Mereka menerima berkas, melakukan verifikasi, menentukan kelengkapan administrasi, hingga mengawal seluruh tahapan pemilihan. Ketika orang yang memegang kendali proses juga menjadi peserta yang berkepentingan terhadap hasil, maka ruang kecurigaan terbuka lebar.
Masalahnya bukan lagi soal benar atau salah. Masalahnya adalah soal kepercayaan.
Di Desa Silo, kasak-kusuk masyarakat semakin berkembang. Di warung kopi, di teras rumah, hingga di sudut-sudut perkampungan, muncul berbagai spekulasi yang sulit dibendung. Salah satu yang paling sering terdengar adalah dugaan bahwa sejumlah panitia yang maju sebagai kandidat merupakan orang-orang dekat kepala desa.
Tentu saja, hingga saat ini hal tersebut masih sebatas pembicaraan dan persepsi yang berkembang di tengah masyarakat. Belum ada bukti resmi yang dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya intervensi atau keterlibatan kepala desa dalam proses tersebut.
Namun dalam politik desa, persepsi sering kali lebih berbahaya daripada fakta.
Ketika masyarakat mulai percaya bahwa sebuah proses telah diatur sejak awal, maka hasil akhirnya, siapa pun yang terpilih, akan selalu dipandang dengan kacamata curiga. Legitimasi yang seharusnya lahir dari demokrasi justru berubah menjadi beban yang harus dipikul oleh para pemenang.









