Lebih Dekat dengan Warga, Polres Malang Gelar Khitan Massal

oleh -687 Dilihat
Keterangan Foto : petugas kesehatan dari Polres Malang saat periksa salah satu peserta Khitan Massal (Istimewa)
Company Logo

MALANG, Pelitaonline.ID – Di halaman Mapolres Malang, Minggu pagi (19/10/2025), suara tawa anak-anak berpadu dengan lantunan doa. Beberapa di antara mereka tampak tegang, sebagian lainnya tersenyum malu-malu sambil menggenggam tangan orang tua mereka.

Di balik suasana sederhana itu, tersimpan makna mendalam tentang bagaimana aparat kepolisian berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan kemanusiaan.

Kepolisian Resor (Polres) Malang Polda Jawa Timur menggelar kegiatan khitan massal gratis bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Sedikitnya 80 anak mengikuti kegiatan sosial tersebut, mulai dari anak para pengemudi ojek online, buruh, hingga santri pondok pesantren.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda medis. Bagi sebagian warga, khitan massal menjadi berkah di tengah tekanan ekonomi. Setelah proses khitan selesai, para peserta menerima bingkisan menarik, sedangkan orang tua mereka pulang dengan membawa paket sembako, simbol sederhana dari kepedulian yang tulus.

Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat.

“Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat dari keberadaan Polri. Khitan massal ini tidak hanya membantu meringankan beban keluarga, tapi juga mempererat hubungan antara polisi dan warga,” ujarnya.

Bagi Polres Malang, kegiatan sosial seperti ini telah menjadi bagian dari agenda rutin. Dari bakti kesehatan, donor darah, hingga program bantuan sosial, semuanya berangkat dari semangat yang sama, menjadikan Polri bukan sekadar institusi pengamanan, melainkan bagian dari denyut sosial masyarakat.

Company Logo

Di tengah hiruk pikuk kegiatan, tampak para personel polisi berbaur dengan warga, membantu menenangkan anak-anak yang gelisah sebelum dikhitan. Pemandangan ini mungkin sederhana, namun di situlah citra Polri sedang dibangun lewat senyum, empati, dan kehadiran yang manusiawi.

Siti (34), warga Kepanjen, salah satu orang tua peserta, mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Saya senang sekali, anak saya bisa dikhitan tanpa biaya dan masih diberi dikasih bingkisan dan dia bahagia sekali,” ungkapnya.

Dari balik seragam cokelat yang kerap identik dengan ketegasan, terselip sisi lembut dan peduli dan melalui khitan massal ini, Polres Malang menunjukkan bahwa rasa aman tidak hanya hadir lewat patroli dan penegakan hukum, tetapi juga lewat kepedulian dan sentuhan kemanusiaan yang nyata.

Pewarta : Genes
Editor : Wahyudiono

No More Posts Available.

No more pages to load.