Kondisi tersebut, kata Subari mengakibatkan pendapatan tukang parkir, pedagang dan penjaga pantai lainnya berkurang. Padahal, menurutnya, aktifitas tersebut sebagai upaya mengisi kekosongan saat tidak melaut.
” Dulu malam tahun baru pesanan ikan bakar pedagang di sini banyak, hingga gak kuat yang mau melayani namun sekarang ikannya banyak tidak ada yang beli,” Ungkapnya
Bahkan, Subari menuturkan bahwa wisata payangan juga sempat akan ditutup. Namun warga sekitar banyak yang tidak setuju. lantaran, Satpol PP yang bertugas tidak mampu menjamin kesejahteraan penduduk.
“Sempat sini mau diberi garis kuning oleh Satpol PP sebagai tanda wisata di tutup, tapi warga menolaknya, karena mereka tidak mampu menjamin jika para pedagang dan tukang parkir tidak punya pendapatan,” Tuturnya








