“Kita sengaja cari yang unik, mungkin ini pertama kali ada di kabupaten Jember dan di Indonesia bahkan mungkin pertama di dunia.” Ucap Bahrudin.
Pria yang juga aktivis lingkungan ini mengatakan bahwa lomba tersebut juga memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Desa (Pemdes) Dukuh Depok dan masyarakat.
” Kalau dilihat banyaknya warga yang mengikuti, warga sangat antusias mengikuti lomba mancing empet ini dan untuk jumlah peserta kurang lebih seratus orang lah.” Jelasnya
Bahrudin menerangkan, dua jenis katagori juara dalam lomba tersebut. Kata dia, Katagori “Jorang” atau peralatan pancing yang unik dan hasil tangkapan terberat.
“Hasilnya kita timbang, yang paling berat itu yang menang, sementara katagori Jorang terunik berdasarkan keputusan Musyawarah panitia,” Terangnya










