Ketua Pelaksana Wavvy Creative mengatakan kampanye Balik Dolanan lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya ruang bermain tradisional bagi anak-anak.
“Kami ingin mengingatkan bahwa permainan tradisional bukan hanya hiburan. Di dalamnya ada nilai kerja sama, komunikasi, kreativitas, sportivitas hingga kebersamaan keluarga. Lewat kampanye Balik Dolanan, kami ingin menghadirkan kembali pengalaman tersebut dengan cara yang menyenangkan dan mudah diikuti semua kalangan,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak keluarga muda, mahasiswa hingga wisatawan yang berhenti untuk mencoba berbagai permainan yang disediakan. Sejumlah orang tua juga tampak mengenalkan permainan masa kecil mereka kepada anak-anak secara langsung.
Salah satu peserta, Anisa, mengaku senang dapat kembali memainkan permainan tradisional yang dulu akrab dalam kesehariannya.
“Rasanya seperti kembali ke masa kecil. Sekarang anak-anak lebih sering bermain gadget, padahal dulu kami bermain engklek, bekel, congklak dan permainan lainnya bersama teman-teman. Permainan seperti ini justru melatih anak menjadi lebih aktif, berpikir, dan bekerja sama,” katanya.








