Malam Mencekam di Gunung Kidul, Kesaksian Warga soal Tangisan Misterius dan Bayangan Hitam Gunung Kidul, DI Yogyakarta

oleh -445 Dilihat
Company Logo

YOGYAKARTA, Pelitaonline.ID – Warga di sebuah dusun di wilayah Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, diliputi keresahan dalam beberapa pekan terakhir.

Sejumlah warga mengaku mengalami kejadian janggal yang terjadi berulang pada malam hari, mulai dari suara tangisan hingga penampakan bayangan hitam.

Fenomena ini disebut-sebut mulai terasa sejak pertengahan April 2026, terutama di area kebun jati yang berada di pinggiran permukiman warga.

Salah satu warga setempat berinisial S (45), mengaku pertama kali mendengar suara tangisan pada sekitar pukul 00.30 WIB.

“Suara itu jelas sekali, seperti perempuan menangis. Saya kira ada warga yang butuh bantuan, tapi setelah dicek ke belakang rumah, tidak ada siapa pun,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.

Menurutnya, suara tersebut tidak hanya terjadi sekali. Dalam kurun satu minggu, ia mengaku mendengarnya hingga empat kali di lokasi yang sama.

Kesaksian serupa juga disampaikan oleh W (38), yang rumahnya berjarak sekitar 50 meter dari kebun tersebut.

Company Logo

“Suaranya kadang dekat, kadang seperti menjauh. Tapi tidak pernah terlihat orangnya,” katanya.

Selain suara misterius, beberapa warga juga mengaku melihat sosok bayangan hitam melintas di jalan desa yang minim penerangan.

R (52), seorang petani setempat, mengatakan dirinya sempat melihat bayangan tersebut saat pulang dari ladang.

“Seperti ada yang lewat cepat di depan saya. Gelap, tidak jelas bentuknya. Setelah itu saya langsung pulang,” ujarnya.

Sejak kejadian tersebut, sebagian warga memilih mengurangi aktivitas di luar rumah pada malam hari.

Tanggapan Pemerintah Desa

Kepala dusun setempat, yang enggan disebutkan namanya, mengaku telah menerima laporan dari warga terkait kejadian tersebut.

“Kami sudah mendengar beberapa laporan. Namun kami mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak desa akan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat untuk menenangkan warga.

Dosen antropologi budaya dari Universitas Gadjah Mada, DR (inisial), menjelaskan bahwa fenomena semacam ini kerap muncul dalam konteks budaya masyarakat Jawa.

“Di banyak wilayah Jawa, ruang-ruang seperti kebun, hutan kecil, atau tempat sepi sering dikaitkan dengan narasi mistis. Ini bagian dari konstruksi budaya dan pengalaman kolektif masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, faktor psikologis, kondisi lingkungan yang gelap, serta sugesti juga dapat memengaruhi persepsi seseorang terhadap suatu kejadian.

Antara Keyakinan dan Realitas

Hingga kini, belum ada penjelasan pasti terkait fenomena yang dialami warga tersebut. Tidak ditemukan bukti fisik yang dapat memastikan sumber suara maupun penampakan yang dilaporkan.

Meski demikian, kisah ini kembali mengingatkan bahwa di tengah kemajuan zaman, cerita-cerita mistis masih menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Tanah Jawa. (*)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.