Memaksa Siswa Berjilbab, Merampas HAM

oleh -665 Dilihat
Company Logo

“Meskipun sekolah telah membuat peraturan itu (Wajib Pakai Jilbab), tetap hal itu tidak memaksakan, karena kita harus menghargai hak asasi manusia dan tetap budaya Indonesia” Tegasnya.

Dewi juga mengatakan bahwa sejauh ini sekolah non-muslim, masih memperbolehkan siswinya memakai jilbab. Sebab, kata dia, mereka menghargai perbedaan agama.

“Disekolah Katolik? mana ada yang melarang siswanya yang muslim memakai jilbab, melarang anak didiknya sholat. Ngak ada. Di sekolah Hindu di bali tidak melarang anak didiknya yang kristen beribadah, juga nggak ada. Karena keyakinan seseorang itu hak asasi manusia dan hak anak,” Terangnya.

Bahkan, Sekolah yang berada dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) seharusnya juga tidak boleh memaksa siswinya berjilbab. Namun, cukup memberikan himbauan.

No More Posts Available.

No more pages to load.