
“Kalau melihat, kondisinya kasihan dan memprihatinkan. Sehingga sangat layak menerima bantuan,” ujar camat Puger Subagiyo saat usai penyaluran bantuan di kantornya.
Terkait data di DTKS yang tercatat meninggal dunia, lanjut Subagiyo, pihaknya akan membantunya mengajukan kembali ke Kementrian Sosial (Kemensos) dengan cara memperbaharui Kartu Keluarga yang sebelum.
“Karena datanya dipusat (Kemensos) tercatat meninggal dunia, tadi saya sudah bilang ke mas Arip (ketua FPK) untuk dibantu. Tadi saya juga sudah menelfon TKSK nya, katanya Dia ada sibuk, jadi tadi gak hadir,” terangnya, sambil menunjukkan ponselnya ke Media ini.
Sementara itu Arif berharap, kejadian seperti Nenek Sunarti yang Dicatat meninggal di data DTKS padahal orang masih hidup, tidak terulang lagi dan bantuan tersebut jangan hanya sekarang, tetapi harus berkelanjutan.
“Kalau kita lihat kondisi nenek Sunarti, bantuan tidak berhenti disini saja, tetapi berkelanjutan, agar bisa membantu perekonomian maupun kesehatannya.” Tandasnya.
Diketahui, penyaluran bantuan bukan hanya nenek Sunarti, Dinsos Jember melalui Tim Reaksi Cepatnya juga menyalurkan bantuan ke Bu Sarmi warga tak jauh dari rumah Nenek Sunarti. Sebab, kondisinya layak menerima bantuan. (Yud)









