Di antaranya yakni kopi kayu mas pada tahun 2010 menjadi juara I untuk kopi jenis arabika. Kemudian, pernah menjadi juara 1 nasional kopi robusta. Dan tahun 2016 pernah menjadi juara dunia kopi luwak arabika.
“Kebahagiaan bagi kami, kopi kayu mas ini bisa dilaunching Pak Menteri,” bebernya.
Ia menerangkan kopi kayu mas ini telah mendapatkan Indikasi geografis.
Kini sendiri pengembangan kopi kayumas mencapai 1.500 hektar, dan 20 persen di antaranya kopi kayu mas jenis robusta. Sisanya kopi kayu mas arabika.
Bung Karna mengaku bahwa penyebutan Golden Wood yang bermakna Kayu Mas. Dikandung maksud agar nantinya kopi ini bisa menjadi kayu penyangga ekonomi masyarakat untuk meraih emas (kesejahteraan, red).








