Agus bercerita pada 1996. Saat itu Blazer mulai dijual di dalam negeri. Namun kata dia, merek yang diambil malah anak perusahaan GM di Jerman yakni Opel.”Hal ini memang agak aneh, karena merek Opel lebih merepresentasikan sedang menengah dibanding SUV,” Terangnya
Namun pada tanggal 12 Desember 2020 tambah Agus, GM membuat Blazer menyandang nama Chevrolet, sehingga lanjut Agus, sejak saat itu logo di gril depan Blazer berganti bentuk, awalnya “petir” diganti model dasi kupu-kupu.
“Jerman sebagai negara asal Opel, mesin 2.200cc dibuat Holden di Australia, dan kemasan akhir dibalut “american style”. Di Tanah Air, Blazer dijual tiga generasi sampai berakhir pada 2005,” Tandasnya (Wi/Yud)








