“Kemarin memang terbatas, jadi setiap malai ditanam 5 bibit saja, sehingga hasilnya belum maksimal. Di samping itu, lahan ini basah, terus menerus berair. Sehingga perkembangan padinya kurang maksimal,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bung Karna mengatakan, ke depannya pengelolaan bibit padi BK-700 akan menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah daerah dan lebih diintensifkan lagi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pertanian.
“Kita kelola lebih intensif lagi. Oleh karena itu, pada masa tanam ketiga, ada luasan lahan yang lebih besar, yang akan kita uji cobakan,” lanjut dia.








