Abdullah turut menyampaikan harapan kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya putra almarhum, Izzul Ashla—yang kini menjabat Ketua PC GP Ansor Jember—agar melanjutkan perjuangan sang ayah dalam berkhidmat kepada NU.
“Semoga keluarga diberi ketabahan. Kepada ananda Izzul, kami berharap bisa meneruskan estafet perjuangan untuk Jam’iyah NU melalui Ansor,” katanya.
Selain dikenal sebagai tokoh organisasi, Saiful Bahri juga memiliki rekam jejak di dunia akademik. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Rektor I dan II, serta menjadi pengawas di salah satu perguruan tinggi berbasis NU di Jember.
Di mata kolega, almarhum dikenal sebagai pribadi disiplin, rendah hati, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kader di tingkat akar rumput. Bahkan menjelang akhir hayatnya, ia masih aktif memperhatikan kebutuhan organisasi.
“Beliau sosok pengayom. Di akhir hayatnya pun masih memikirkan kader dan struktur NU di bawah,” ujar Abdullah.









