Pembubaran Nobar Film Pesta Babi Picu Sorotan soal Kebebasan Berekspresi

oleh -13003 Dilihat
Company Logo

JAKARTA, Pelitaonline.ID – Pembubaran paksa kegiatan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi karya jurnalis Dandhy Laksono di sejumlah daerah memicu perdebatan mengenai kebebasan berekspresi dan ruang diskusi publik di Indonesia.

Setidaknya terdapat dua peristiwa penghentian pemutaran film yang terjadi di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, dan di kawasan Ternate Tengah, Maluku Utara.

Film dokumenter Pesta Babi mengangkat isu kerusakan hutan di Papua akibat ekspansi perkebunan industri yang dikaitkan dengan proyek ketahanan pangan dan transisi energi. Film itu juga menyoroti perjuangan masyarakat adat Papua mempertahankan wilayah hidup mereka.

Pembubaran pertama terjadi di lingkungan Universitas Mataram pada Kamis malam, 7 Mei 2026. Kegiatan pemutaran film dihentikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Mataram, Sujita, bersama sejumlah petugas keamanan kampus.

Sujita mengatakan pemutaran film dihentikan karena dikhawatirkan memunculkan sensitivitas tertentu di lingkungan kampus. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan atas arahan pimpinan universitas demi menjaga kondusivitas.

“Kami ingin menghindari potensi gesekan atau ketersinggungan antarpihak,” kata Sujita kepada wartawan.

Company Logo

No More Posts Available.

No more pages to load.