Peringati Maulid Nabi, Kepala Desa Jubung Ajak Warga Teladani Akhlak Nabi di Era Dunia Multipolar

oleh -564 Dilihat
Keterangan foto : Bhisma Perdana Kepala Desa Jubung (Umam)
Company Logo

JEMBER, Pelitaonline.ID – Suasana malam di salah satu dusun di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Kamis (19/9/2025) terasa berbeda. Ratusan warga dari berbagai lapisan berkumpul dalam balutan nuansa religius, memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Lantunan shalawat menggema, lampu-lampu sederhana menerangi tempat acara, dan wajah-wajah penuh khidmat tampak larut dalam doa. Di tengah kehangatan itu, Kepala Desa Jubung, Bhisma Perdana, SH, MH, menyampaikan sambutan yang sarat pesan moral sekaligus refleksi atas kehidupan modern.

“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, dan shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Hari ini kita bukan sekadar memperingati kelahiran Nabi, tetapi juga meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya membuka pidato.

Bhisma menekankan bahwa ajaran Islam tetap relevan di tengah dinamika dunia modern. Menurutnya, dunia kini berada dalam tatanan multipolar—diwarnai oleh berbagai kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Cina, Rusia, hingga negara-negara Muslim besar.

“Dalam kondisi seperti ini, ajaran Nabi Muhammad SAW menawarkan kerangka etis yang kuat untuk membangun harmoni dan keadilan. Nabi mencontohkan melalui Piagam Madinah, bagaimana berbagai kelompok bisa hidup damai dalam satu komunitas tanpa saling mendominasi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa semangat tersebut dapat ditransformasikan mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan desa. Dengan menanamkan nilai toleransi, kejujuran, dan musyawarah, Bhisma percaya Desa Jubung dapat menjadi miniatur harmoni dalam dunia multipolar.

Lebih jauh, Bhisma mengingatkan pentingnya akhlak mulia sebagai fondasi kehidupan. Ia menyebut akhlak mulia sebagai jihad terbesar yang harus diperjuangkan umat manusia.

Company Logo

“Akhlak buruk adalah kehinaan yang justru menyiksa diri sendiri. Sebaliknya, akhlak mulia menjadi kunci menghadapi godaan materialisme dan konflik ideologi. Inilah jihad besar yang harus kita jalankan bersama,” tegasnya.

Ia juga mengajak warga untuk menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat gotong royong, menghindari praktik korupsi, serta menjaga kerukunan antar warga.

Dalam penutupnya, Bhisma mengajak warga Jubung untuk menjadikan desanya sebagai contoh kecil dari tatanan multipolar yang adil dan penuh akhlak mulia.

“Mari kita jadikan Desa Jubung sebagai model kecil dari kehidupan Islami yang damai. Semoga kelahiran Nabi Muhammad SAW terus menjadi inspirasi dalam membangun keluarga, desa, hingga bangsa yang lebih baik,” pungkasnya.

Acara peringatan Maulid Nabi di Desa Jubung berlangsung penuh kekhidmatan, diwarnai pembacaan shalawat, doa bersama, serta tausiyah dari para alim ulama. Kehadiran masyarakat yang antusias menunjukkan kuatnya kecintaan warga terhadap Nabi Muhammad SAW dan semangat kebersamaan yang terus terjaga.

Pewarta: Umam
Editor : Wahyudiono

No More Posts Available.

No more pages to load.