Wadah Klub Akar Rumput
Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa Piala Presiden tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sepak bola nasional.
Ia menyebut, pembangunan sepak bola harus dimulai dari grassroot atau akar rumput, sekaligus dibarengi dengan upaya benchmarking kualitas klub Indonesia dengan negara lain.
“Juara-juara dari Piala Bupati, Wali Kota, hingga Gubernur, semuanya bermuara di Piala Presiden. Ini adalah wadah bagi klub-klub yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan grassroot kita,” jelasnya.
Dengan format yang lebih luas dan melibatkan klub dari berbagai daerah, Piala Presiden 2026 diharapkan menjadi panggung strategis bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan di level nasional, sekaligus memperkuat fondasi sepak bola Indonesia dari bawah.








