“Kejadian tersebut mulai sekitar jam 13. 00 namun di akhir-akhir kegiatan memang ada insiden-insiden pelebaran yang dilakukan oleh oknum-oknum para peserta aksi,” ujar Wakapolres. Minggu (25/10/2020)
Ia mengatakan, setelah terjadinya aksi-aksi itu mulai dari tanggal 23 dan 24 kita melaksanakan penyelidikan, dan mencoba mengidentifikasi para terduga pelaku melalui foto-foto yang ada, mulai dari sisi kegiatan aksi pelemparannya, kemudian yang perusakan, memecahkan kaca kemudian aksi-aksi provokasi, pengancaman atau aksi-aksi intimidasi lainnya baik kepada rekan-rekan media yang ada di sekitar lokasi tersebut.
“Dari hasil kegiatan tersebut, tim langsung melakukan penyelidikan, dan melaksanakan olah TKP melihat kerusakan-kerusakan sisi depan dan sisi samping gedung DPR kita melihat banyak batu-batu, sehingga kaca-kaca dinding pecah dari situ kita mau memulai identifikasi awal kita,” ungkapnya.








