Oleh karena itu, Andry menduga adanya desa maju dan mandiri bohong. Bahkan, hal tersebut, lanjutnya, itu merugikan pihaknya sendiri.” itu demit atau hantu jadi satu namakan wacana Demit (WD),” Jlentrehnya
Sehingga, WD tersebut dilakukan oleh elit desa. Maka,sambungnya, Pendamping desa wajib memberikan pencerahan (enlighment) dan penyadaran.
“WD ini kalau dibiarkan bisa-bisa arah kompas desa akan menunjuk pada arah yang salah sebuah wilayah tak dikenal,” terangnya
lebih lanjut, bila hal tersebut terjadi, Andry mengingatkan, bahwa IDM tersebut justru menjadi jurang curam bagi masyarakat desa.
“Bagaimana nasib warga desanya jangan sampai makin cepat bergerak karena salah arah makin jauh dari tujuan. Bukankah tujuan desa memakmurkan warganya,” Jelasnya
Sebab, bila pengambilan data dihegemoni “WD” maka, kata dia, sumber pendata desa tentang ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan yang masuk IDM tak benar maka bisa memicu penyakit yang merugikan masyarakat.










