Program Prabowo Masuk Pesantren, Gus Ipul Ajak Kiai Madura Kawal Data Sosial dan Sekolah Rakyat

oleh -3271 Dilihat
Company Logo

PAMEKASAN, Pelitaonline.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak para pengasuh pondok pesantren di Madura ikut terlibat aktif menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama yang disoroti ialah pemutakhiran data sosial nasional dan pengembangan program Sekolah Rakyat.

Ajakan itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden di Auditorium Universitas Islam Negeri Madura, Minggu (11/5/2026).

Forum tersebut dihadiri para pengasuh pondok pesantren dari empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Hadir pula unsur pemerintah daerah, mulai camat, lurah, kepala desa, pendamping PKH, operator data desa hingga lembaga kesejahteraan sosial.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menekankan pentingnya validitas data sebagai dasar kebijakan pemerintah, terutama penyaluran bantuan sosial. Karena itu, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dinilai sangat penting agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“Saya mengajak para kiai ikut memutakhirkan data. Kalau ada masyarakat atau santri yang membutuhkan bantuan, silakan dimasukkan dalam sistem data yang tersedia,” ujarnya.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu juga mengapresiasi Pemkab Pamekasan yang dinilai serius menjaga kualitas data sosial masyarakat. Menurut dia, data yang valid menjadi fondasi penting dalam menentukan efektivitas program perlindungan sosial.

Gus Ipul menjelaskan, pembaruan data dapat dilakukan melalui dua jalur. Pertama, jalur formal melalui RT/RW, desa atau kelurahan, lalu diteruskan ke dinas sosial kabupaten/kota hingga provinsi sebelum ditetapkan kepala daerah.

Company Logo

Kedua, jalur partisipatif yang membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut memperbarui data melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping sosial, Command Center, maupun layanan WhatsApp Center.

Selain soal data sosial, Gus Ipul juga meminta dukungan para ulama dan pengasuh pesantren untuk pengembangan Sekolah Rakyat di Madura. Program tersebut diharapkan tak hanya menekankan pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai keagamaan.

“Kami mohon doa, masukan, kritik, dan pendampingan dari para kiai agar Sekolah Rakyat bisa berjalan optimal,” katanya.

Dia berharap para ulama ikut berperan dalam penguatan pendidikan karakter di lingkungan boarding school melalui keterlibatan ustaz dan tenaga pendidik agama.

Menurut Gus Ipul, kolaborasi pemerintah dan pesantren menjadi kunci mencetak generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus kuat secara moral dan spiritual. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.