Proyek Irigasi di Wonorejo – Kencong Dinilai Tak Sesuai Kaidah Teknis, Mutu Diragukan

oleh -510 Dilihat
Keterangan foto : Proyek Irigasi di Desa Wonorejo Kencong di kerjakan meski air mengalir (Zainal Arifin)
Company Logo

JEMBER, Pelitaonline.ID – Pekerjaan proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan tersier daerah irigasi (D.I) Pondok Waluh (R. PBD. I. KI) di Dusun Krajan A, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, menuai sorotan dari warga atau petani setempat.

Proyek yang dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melalui Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) di lokasi 12 tersebut, diduga tidak dilaksanakan sesuai standar teknis, terkesan Asal-asalan.

Pasalnya, Pekerjaan Proyek dengan panjang sekitar 250 meter itu diketahui bersumber dari Dana DIPA Satker OP SDA Brantas Tahun Anggaran 2025 ini dikerjakan dalam kondisi saluran irigasi masih dialiri air cukup deras atau banyak.

“Memang benar, seharusnya kalau masih ada air di saluran tidak boleh dikerjakan. Tapi tadi alat pompa air (diesel) yang mau kami gunakan sedang rusak,” ujar Aris, salah seorang pengawas proyek asal Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas, saat dikonfirmasi di lokasi, Sabtu (25/10/2025).

Sikap ini menimbulkan tanda tanya di kalangan warga, terutama para petani yang menggantungkan hasil pertanian mereka dari sistem irigasi tersebut. Seorang petani yang enggan disebutkan namanya mengaku heran dengan metode kerja para pekerja.

“Sejak awal airnya memang tidak berhenti, tapi pekerjaan tetap dilanjutkan. Kami para petani hanya bisa melihat, dan banyak yang bertanya-tanya kenapa dikerjakan seperti itu,” tuturnya.

Sementara itu, Dimas, salah satu petugas pengawas proyek bersama kedua temannya yang ditemui di mess para pekerja, mengaku tidak mengetahui secara rinci soal pelaksanaan pekerjaan.

Company Logo

“Saya tidak tahu detailnya karena saya hanya admin pengawas, bukan pelaksana. Untuk keterangan lebih lanjut, mungkin bisa hubungi koordinator pengawas, Pak Akbar,” ujarnya. Namun, ketika Dimas menghubungi koordinator pengawas yang dimaksud, Ia menyampaikan sedang cuti.

Ketika ditanya soal panjang dan besaran anggaran proyek, Dimas juga mengaku tidak mengetahui secara pasti. Sikap tertutup ini semakin memperkuat kecurigaan warga akan kurangnya transparansi dalam proyek tersebut.

Dilokasi terlihat, papan nama proyek tidak mencantumkan besaran anggaran kegiatan, padahal sesuai ketentuan keterbukaan informasi publik, sumber dana dan jumlah anggaran wajib disampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat ikut mengawasi.

Warga berharap BBWS Brantas selaku pelaksana utama proyek melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan di lapangan. Transparansi dan kepatuhan terhadap prosedur teknis diharapkan menjadi prioritas agar proyek benar-benar memberi manfaat bagi petani.

Diketahui, di wilayah Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, terdapat beberapa titik proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan tersier. Masing-masing tersebar di Dusun Gumukbanji sebanyak dua titik, Dusun Sidoreno satu titik, dan Dusun Krajan A dua titik, termasuk lokasi yang kini tengah menjadi sorotan.

Pewarta : Zainal Arifin
Editor : Wahyudiono

No More Posts Available.

No more pages to load.