BONDOWOSO, Pelitaonline. ID – PTPN I Regional 5 melalui unit usahanya Java Coffee Estate (JCE) memulai panen kopi Arabika di Afdeling Plalangan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Senin (11/5/2026)
Kegiatan panen perdana itu dilanjutkan dengan doa bersama dalam rangka awal petik dan buka giling kopi Arabika bertema “Memetik dengan Syukur, Menggiling dengan Semangat, Menjaga Harapan untuk Masa Depan”.
Selain doa bersama, kegiatan juga diisi donor darah dan pemberian santunan kepada anak yatim di sekitar wilayah kerja perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
Hadir dalam kegiatan tersebut Operation Head PTPN I Regional 5 Asep Sontani mewakili Region Head, Kepala Bagian Tanaman dan Teknik Pengolahan Achmad Hendy Junaedi, IKBI, Kormenbun Wilayah 2, Forkopimda dan Forkopimca Kecamatan Ijen, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Asep Sontani menyampaikan bahwa momentum panen kopi Arabika menjadi simbol perjalanan panjang mulai dari proses penanaman hingga panen yang membutuhkan komitmen dan ketekunan.
“Panen perdana ini merupakan simbol buah kesabaran, ketekunan, dan kepasrahan kepada Tuhan,” katanya.
Ia mengatakan filosofi kopi yang memiliki rasa pahit, asam, dan manis mencerminkan keseimbangan kehidupan serta harapan agar kerja sama operasi (KSO) Kopi Arabika antara PTPN I Regional 5 dan PTPN 4 dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Menurut dia, rasa pahit kopi melambangkan kejujuran dan konsistensi dalam tindakan, yang apabila dibalut rasa syukur akan menjadi manis.
Asep juga berharap panen kopi di wilayah Jampit, Blawan, dan Ijen senantiasa mendapat keberkahan dan berjalan lancar.
Sementara itu, Manager KSO JCE Hastudi Yunarko mengatakan kegiatan doa bersama dan selawat digelar untuk memohon kelancaran pekerjaan petik dan giling kopi yang akan dimulai pada Mei hingga September 2026.
Ia menjelaskan target produksi tahun ini mencapai 7.500 ton kopi gelondong atau setara sekitar 1.300 ton kopi kering.
“Pekerjaan petik dan giling melibatkan sekitar 4.000 tenaga kerja setiap harinya,” ujarnya.
Menurut Hastudi, aktivitas panen kopi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan Ijen melalui penyerapan tenaga kerja dan perputaran upah pekerja selama musim panen.
“Perputaran upah pekerja selama musim petik mencapai sekitar Rp5 miliar hingga Rp7 miliar per bulan,” katanya.
Ia menambahkan pihaknya membutuhkan dukungan seluruh keluarga besar Java Coffee Estate dan masyarakat sekitar untuk mencapai target produksi kopi Arabika tahun 2026. (Mam)









