Pulang Kampung, Febriana Atlet SEA Games 2025 Asal Jember Menjemput Rindu dan Menata Asa

oleh -3037 Dilihat
Keterangan foto : Febriana Dwi Puji Kusuma di Bandara Notohadinegoro usai turun dari Pesawat (Umam)
Company Logo

JEMBER, Pelitaonline.ID – Senyum hangat itu merekah begitu kaki Febriana Dwi Puji Kusuma menjejak tanah kelahirannya. Udara Kabupaten Jember seolah menyambut kepulangan sang putri daerah yang baru saja menunaikan tugas negara.

Atlet bulu tangkis ganda putri Indonesia di SEA Games 2025 yang akrab disapa Ana ini turun di Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember di jemput oleh kedua orang tuanya dan sang paman yang menyayanginya, Selasa (16/9/2025).

Enam bulan lamanya Ana menahan keinginan pulang. Jadwal latihan ketat, turnamen beruntun, hingga panggilan membela Merah Putih di ajang SEA Games 2025 membuat kampung halaman hanya bisa disapa lewat layar ponsel.

Maka, kepulangan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan jeda emosional yang lama dinantikan. Ana mengatakan kepulangannya untuk temu kangen sama keluarga, setelah pertandingan.

“Rasanya senang banget bisa langsung turun ke Jember, Enam bulan sudah enggak pulang, baru sekarang bisa pulang sebentar. Nanti tanggal 22 sudah harus balik lagi ke Jakarta,” ujar Ana dengan mata berbinar.

Di balik gemerlap arena pertandingan dan sorotan prestasi, Ana tetaplah anak yang merindukan rumah. Kebersamaan dengan orang tua, kehangatan keluarga, dan suasana sederhana di Jember menjadi energi yang tak tergantikan.

Waktu singkat di kampung halaman dimanfaatkannya untuk mengisi ulang semangat sebelum kembali ke pemusatan latihan nasional.

Company Logo

Pada SEA Games 2025 yang digelar di Thailand, Ana bersama pasangannya, Meilysa Trias Puspitasari, sukses mempersembahkan medali perak bagi Indonesia. Sebuah capaian yang patut dibanggakan, meski ambisi untuk berdiri di podium tertinggi masih membara.

“Pastinya pengen juara. Tapi perak pun alhamdulillah, saya bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera,” tuturnya. “Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi dan bisa meng-upgrade medalinya jadi emas.”

Prestasi itu disambut haru oleh keluarga. Sang ayah, Didik mantan kepala sekolah di salah satu SD Negeri di Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso mengaku bangga sekaligus lega melihat putrinya kembali ke rumah dengan sehat.

“Alhamdulillah senang sekali. Setelah sekian lama bertanding dan latihan, akhirnya bisa pulang dan bertemu keluarga,” ungkapnya.

Cerita perjuangan Ana di SEA Games juga menjadi bahan refleksi keluarga. Pamannya, Sutrisno, menuturkan bagaimana Ana dan tim harus melewati laga-laga berat hingga menembus partai final melawan Malaysia, termasuk menghadapi kekuatan China di babak sebelumnya.

“Meski meraih perak, Ana harus tetap bersyukur, Itu bagian dari dinamika pertandingan,” katanya. “Semoga ke depan, khususnya tahun 2026, tim Indonesia bisa memberikan hasil terbaik dan semakin mengharumkan nama bangsa,” tambahnya.

Tak hanya membawa medali, Ana juga pulang dengan pesan. Kepada para atlet muda, khususnya pebulu tangkis daerah, ia menitipkan motivasi agar tak pernah lelah bermimpi.

“Harus selalu semangat. Latihan harus 100 persen supaya saat pertandingan semua yang dilatih bisa keluar,” pesannya. “Dan jangan lupa berdoa serta minta doa kepada orang tua.” ucapnya.

Kepulangan Febriana Dwi Puji Kusuma ke Jember menjadi pengingat bahwa di balik prestasi besar, ada akar yang menumbuhkan. Dari kota yang membesarkannya, Ana kembali melangkah membawa rindu yang terbayar, tekad yang kian matang, serta harapan untuk suatu hari nanti mengibarkan Merah Putih dari podium tertinggi.

Pewarta : Umam
Editor : Wahyudiono

No More Posts Available.

No more pages to load.