Sementara itu, warga Jember bernama Budi menyambut positif hadirnya kembali layanan penerbangan dari Bandara Jember. Ia menilai moda transportasi udara menawarkan efisiensi waktu yang tidak bisa didapatkan melalui perjalanan darat.
“Kalau soal waktu jelas lebih efisien. Meski harga tiket sekitar Rp 1 juta untuk tujuan Surabaya, tetap lebih praktis,” katanya.
Meski demikian, Budi berharap penerbangan tersebut dapat beroperasi secara berkelanjutan. Ia mengaku masih memiliki kekhawatiran terkait tingkat keterisian penumpang yang dibutuhkan maskapai untuk menutup biaya operasional.
Menurut dia, ekosistem transportasi udara di Jember juga masih perlu diperkuat. Selama ini, sebagian besar pergerakan penumpang masih didominasi masyarakat yang pulang kampung.
“Harus ada stimulus supaya orang datang ke Jember secara rutin, bukan hanya saat musim tertentu. Potensi Jember sebenarnya sangat besar,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai pelayanan dan fasilitas Bandara Jember masih perlu ditingkatkan. Perluasan infrastruktur dan peningkatan akses jalan menuju bandara menjadi beberapa hal yang dinilai penting untuk mendukung perkembangan transportasi udara di daerah tersebut.









