Menurutnya, kegiatan ini sebagai langkah percepatan kita dalam mencairkan anggaran yang telah masuk ke rekening kas desa sebesar 8% yang nantinya akan menyesuaikan kegiatan sesuai dengan bidangnya. Sebab, rencana anggaran biaya untuk kegiatan PPKM terbagi di beberapa bidang.
“Bidang dua dengan kegiatan kesehatan dan masuk sub kegiatan di desa siaga, sebelumnya di jenis kegiatan ini belum masuk di APBDes awal, selanjutnya juga input pada bidang tiga dengan kegiatan pos keamanan covid,” terangnya
Diluar itu lanjut Hamzah, setelah semuanya selesai, maka pemerintah desa akan melakukan Musyawarah desa (Musdes) dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk membahas perubahan APBDes pertama yang diharapkan memunculkan kesepakatan bersama tentang perubahan APBDes tersebut.










