“Kegiatannya seru dan mudah dipahami karena langsung praktik. Saya jadi tahu cara membantu orang yang pingsan, tersedak, atau mengalami luka bakar,” ujar salah satu peserta.
Ketua mengapresiasi kolaborasi antara SIBAT Puger Kulon dan MA Plus Daarull Muhhibbin. Menurut dia, pelibatan sekolah dan madrasah merupakan langkah strategis dalam memperkuat mitigasi bencana berbasis komunitas.
“Dengan membekali para siswa kemampuan pertolongan pertama dasar, kita sedang mematangkan kader-kader kemanusiaan baru yang siap menjadi benteng awal penyelamatan di lingkungan keluarga maupun sekolah,” kata Zainollah. (*)










