Skema Satu Tiket Papuma–Watu Ulo Disepakati, Pemkab Jember Gandeng Perhutani dan PT Palawi

oleh -3470 Dilihat
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0;
Company Logo

JEMBER, Pelitaonline.ID – Pemerintah Kabupaten Jember teken kesepakatan kerja sama pengelolaan wisata Pantai Tanjung Papuma dan Pantai Watu Ulo bersama Perum Perhutani dan PT Palawi Risorsis.

Kesepakatan tersebut ditandatangani di Pantai Papuma, Jumat (19/12/2025), dan dinilai menjadi tonggak baru tata kelola pariwisata di Kabupaten Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, kolaborasi itu merupakan hasil perjuangan panjang seluruh pihak yang terlibat, khususnya Dinas Pariwisata dan TP3D.

“Ini adalah hasil perjuangan bersama. Setelah bertahun-tahun berproses, akhirnya kerja sama antara Pemkab Jember, Perhutani, dan PT Palawi bisa terwujud,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, dua destinasi unggulan Jember yakni Pantai Papuma dan Watu Ulo akan dikelola dengan sistem satu pintu atau one gate system.

Dengan skema itu, kata Fawait wisatawan cukup membeli satu tiket untuk mengunjungi kedua destinasi tersebut.

“Wisatawan tidak perlu lagi membeli tiket terpisah. Satu tiket bisa langsung menikmati Papuma dan Watu Ulo,” ujar Fawait.

Company Logo

Ia menyebutkan, tarif tiket direncanakan sekitar Rp12.500 dan ditargetkan mulai diterapkan pada awal Januari 2026, bergantung pada kesiapan teknis di lapangan.

“Begitu semua persiapan selesai, sistem ini langsung diberlakukan,” katanya.

Tujuan utama kerja sama ini kata Fawait, bukan semata meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), melainkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat sekitar kawasan wisata.

“Harga harus tetap terjangkau, yang kami dorong adalah dampak ekonomi yang luas dan keterlibatan pelaku wisata lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Palawi Risorsis Teddy Sumarto menegaskan pentingnya sinergi dan kesamaan visi dalam pengelolaan kawasan wisata.

Menurutnya,  pengelolaan pariwisata tidak akan optimal jika masing-masing pihak berjalan sendiri-sendiri. “Kuncinya ada pada visi dan tujuan yang sama. Tanpa itu, hasilnya tidak akan maksimal,” kata Teddy.

Ia menambahkan, kerja sama ini juga diarahkan untuk menjaga kelestarian alam sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat sekitar.

Selama ini, tambah Teddy, masing-masing pihak menjalankan program secara terpisah sehingga dampaknya belum optimal.

“Ke depan, Pemkab Jember, PT Palawi Risorsis, dan Perhutani akan menyusun program bersama dengan pembagian peran yang jelas,” ujarnya.

Terkait penerapan sistem tiket dan pengelolaan kawasan, Teddy menjelaskan bahwa pembahasan masih difokuskan pada aspek teknis.

“Mulai dari penyiapan regulasi, sistem gerbang masuk, hingga teknologi pembayaran nontunai yang terintegrasi dan transparan,”

“Bahkan nantinya memungkinkan Pemkab Jember memantau pendapatan secara real time,” tambah Teddy.

Ia menargetkan realisasi penuh kerja sama ini dapat berjalan mulai Januari 2026 setelah seluruh persiapan matang. Penyesuaian tarif, kata dia, akan dilakukan secara hati-hati.

“Yang terpenting adalah keseimbangan antara harga tiket dan peningkatan kualitas layanan. Itu akan terus dievaluasi,” Pungkasnya.

Pewarta : Rado
Editor : Wahyudiono

No More Posts Available.

No more pages to load.