‘Kami minta agar sebelum di laksanakan kegiatan tersebut di lakukan scraning kepada semua peserta agar tidak lagi menciderai Jember dan tidak boleh lepas dari norma norma budaya dan keagamaan yang ada,”jlntrehnya
Sebelumnya, Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengaku kecewa terhadap adanya penampilan tersebut, karena hal itu telah memalukan kota Santri yang memilik banyak pondok pesantren. “Sangat tidak layak untuk Jember, sebagai kota pesantren terbanyak di Jatim,” sebutnya.
Ia berjanji akan segera mengingatkan dinas terkait agar lebih hati-hati dalam menggelar acara, jangan sampai hal serupa terjadi lagi saat pagelaran JFC. “Insyaalloh bupati sudah mengambil langkah itu. Coba cek ke Dispar, karena biasanya laporan dinas langsung ke Bupati, Jangan sampai, kejadian tadi malam ditiru diajang JFC,” tegasnya. (Awi/Yud)









