Tumpukan Sampah Ditepi Jalan Kencong – Sukoreno Timbulkan Bau Tak Sedap, Warga dan Pengguna Jalan Resah

oleh -249 Dilihat
Keterangan Foto : Foto Kepala Dusun nenunjukkan sampah dijalan Kencong - Sukoreno (Zainal Arifin)
Company Logo

JEMBER, Pelitaonline.ID – Setiap kali melewati jalan penghubung Kencong menuju Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, warga dan pengendara kerap menahan napas.

Bukan tanpa alasan, di tepi jalan yang melintasi Dusun Gumuk Banji, RT 003 RW 043, Desa Wonorejo, tumpukan sampah menjadi pemandangan sehari-hari.

Mulai dari plastik, popok sekali pakai, sisa makanan, hingga ikan busuk bercampur menjadi satu terlihat di lokasi tersebut.

Bau menyengat tak hanya mengganggu orang yang melintas, tetapi juga menyesakkan warga sekitar yang harus hidup berdampingan dengan timbunan sampah itu.

Yoga, seorang petani yang sawahnya berdekatan dengan lokasi pembuangan, mengaku sudah lama resah. Setiap hari ia harus bekerja di sawah sambil menahan bau yang menusuk hidung.

“Baunya luar biasa menyengat. Saya hanya berharap masyarakat lebih sadar dan membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya lirih saat ditemui media ini, Senin (1/9/2025).

Keresahan serupa dirasakan warga lain yang kerap melintasi jalan tersebut. Sampah yang seolah tak ada habisnya membuat lingkungan terasa kotor dan tidak nyaman.

Company Logo

Kepala Desa Wonorejo, Samian, tak menutup mata. Ia mengaku prihatin melihat warganya harus menghadapi persoalan sampah yang terus berulang.

“Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya.

Sementara, Abu As’ari, Koordinator Wilayah (Korwil) Bina Marga Kecamatan Kencong, mengaku pihaknya hampir setiap hari melakukan pembersihan.

“Hampir tiap hari kami bersihkan, tapi besok paginya sudah ada lagi. Warga bilang, sampah dibuang pada malam hari,” jelasnya.

Namun, upaya membersihkan lokasi bukan berarti persoalan selesai selama kesadaran bersama belum tumbuh, jalan penghubung Kencong – Umbulsari ini akan tetap menyimpan pemandangan dan aroma yang tak diharapkan.

Sampah bukan lagi sekadar masalah kebersihan, melainkan cermin dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan mereka sendiri.

Pewarta : Zainal Arifin
Editor : Wahyudiono

No More Posts Available.

No more pages to load.