Meski telah menjalani operasi lanjutan, Wang mengaku kondisi matanya tidak pernah kembali normal. Hingga kini ia masih kesulitan menutup kedua matanya secara sempurna, termasuk saat tidur.
Pada 2022, hasil pemeriksaan forensik setempat menyatakan kondisi yang dialami Wang masuk dalam kategori disabilitas tingkat sembilan.
Penyelidikan otoritas kesehatan juga menemukan bahwa orang yang melakukan operasi tersebut diduga tidak memiliki sertifikasi dokter yang sah. Selain itu, klinik tempat tindakan dilakukan disebut tidak memiliki izin operasional yang lengkap.
Beberapa waktu setelah kasus tersebut mencuat, klinik tersebut akhirnya ditutup.
## Mengaku Alami Depresi dan Insomnia
Selain mengalami gangguan fisik, Wang mengaku kondisi tersebut berdampak besar pada kesehatan mentalnya. Ia merasa kehilangan kepercayaan diri dan mengalami kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.
“Setelah kejadian ini saya mengalami depresi dan insomnia. Saya juga merasa malu untuk bekerja maupun bertemu banyak orang,” ujarnya.










