“Ada 15 tim medis dari DKT, Dinkes dan Labkesda yang ikut membantu melakukan rapid test anggota kodim, dengan mengajak Labkesda, hasil rapid test bisa diketahui dalam kurun waktu hanya beberapa jam dari pemeriksaan awal,” ujar Mayor Ckm dr. Reko, Sp. An.
Sementara dr. Nur Falakhis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, mengatakan, bahwa rapid test ini untuk mengetahu kondisi seseorang, apakah reaktif atau non reaktif, dan jika reaktif, maka akan dilakukan rapid test ulang seminggu kemudina, jika hasilnya sama, maka akan dilakukan isolasi.
“Rapid test ini kan hanya untuk mengetahui, apakah seseorang tersebut reaktif apa non reaktif, jika reaktif, maka seminggu kemudian dilakukan rapid test lagi, jika hasilnya sama, maka yang bersangkutan harus mengikuti prosedur kesehatan dengan dilakukan karantina atau isolasi, dan Alhamdulillah, yang mengikuti rapid test hari ini semuanya dinyatakan non reaktif,” pungkas dr. Nur Falakhis. (*)










