“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya, menghargai para ulamanya. Kalau Bung Karno memiliki jargon Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah, maka orang NU memiliki jargon Jas Hijau alias jangan sekali-kali menghilangkan jasa ulama,” katanya, saat membuka acara.
Pria yang akrab disapa Gus Towi ini menyampaikan, acara tersebut adalah langkah awal dari rangkaian acara bedah buku berikutnya. Karena saat ini, tim penulis sedang menyusun buku lain. Di antaraya, sejarah Gerakan Pemuda Ansor dan sejarah PCNU Kencong.
Sementara itu, Ketua PCNU Kencong Kiai Zainil Ghulam memaparkan tentang kiprah KH Syafawi Ahmad Basyir semasa hidupnya. Dia mengisahkan tentang cara KH Syafawi menutup tempat maksiat yang meresahkan warga Jombang, setelah mendapatkan laporan dari salah satu jamaahnya. KH Syafawi menolak cara-cara kekerasan, melainkan dengan tirakat dan doa agar pelakunya bertobat dan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.








