“Tujuan utama kami bukan hanya mencari pemenang, tapi membangun minat dan kemampuan anak-anak dalam dunia robotik sejak dini,” jelas Chusnul.
Ia menambahkan, area perlombaan dibagi ke beberapa titik strategis di Pasar Semeru. Kategori Brickspeed digelar di Lobby Selatan, sementara Kindermission dan Creative berlangsung di Lobby Barat. Pembagian ini dilakukan untuk menciptakan suasana kompetisi yang lebih tertata dan kondusif.
Lebih dari sekadar ajang adu keterampilan, lomba ini menjadi bukti bahwa pengenalan teknologi sejak usia dini mampu membangun generasi yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Sosok Erditya menjadi salah satu contoh nyata bagaimana ketekunan, dukungan keluarga, dan wadah yang tepat dapat melahirkan talenta muda yang menjanjikan. (Mam)








