“Jika pada triwulan I 2025 jumlah SPPG masih berada pada angka satu digit, maka pada periode yang sama tahun 2026 jumlahnya hampir mencapai 200 unit,” katanya.
Ia menilai pertumbuhan ekonomi Jember memiliki keunggulan dibandingkan Jawa Timur maupun nasional karena ditopang sektor-sektor unggulan yang menjadi kekuatan daerah.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur maupun nasional. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh sektor pertanian dan industri pengolahan yang tumbuh lebih tinggi serta memiliki kontribusi dominan dalam struktur ekonomi Jember,” ujarnya.
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember sebesar 6,35 persen juga lebih tinggi dibandingkan daerah lain di kawasan Sekar Kijang, yakni Banyuwangi 6,14 persen, Lumajang 5,89 persen, Situbondo 5,50 persen, dan Bondowoso 5,40 persen.
Peni menambahkan capaian tersebut menunjukkan kemampuan Jember dalam menjaga momentum pemulihan dan penguatan ekonomi di tengah berbagai tantangan.
“Dukungan sektor pertanian yang kuat, berkembangnya industri pengolahan, meningkatnya aktivitas perdagangan, serta pertumbuhan sektor jasa menjadi fondasi utama yang mendorong perekonomian daerah terus bergerak positif,” tuturnya. (*)











