Ibu Melahirkan Dipinggir Jalan Sempat di Tolak Bidan

oleh -967 Dilihat
Nurul Yasin (pakai baju Hitam) Suami Holila didampingi Kasun ( Baju Hijau) dan paman dari saat di konfirmasi di rumahnya (Foto : Yudi)
Company Logo

“Kades Soroti, Kebijakan Puskesmas Sumberbaru dan Dinas Kesehatan Jember”

JEMBER, Pelitaonline.co – Seorang ibu di Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur, melahirkan di pinggir jalan, tak jauh dari Kantor Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, Rabu (20/12/2023) dini hari.

Beruntung, ibu dan bayi dari keluarga miskin tersebut selamat. Perempuan yang bertaruh nyawa di pinggir jalan raya itu bernama Holila, warga Dusun Krajan, Desa Jambesari, Kecamatan Sumberbaru tersebut terjadi menjelang Subuh.

Nurul Yakin suami Holila menceritakan Wanita berumur 35 tahun ini dibonceng sang suami menuju ke puskesmas. Namun, di tengah perjalanan yang diperkirakan berjarak sekitar 10 kilometer dari puskesmas Sumberbaru, tak kuasa menahan sakit, hingga meminta suaminya menepikan motor bebek yang mereka kendarai.

“Saya panik karena istri sudah tak sanggup lagi meneruskan perjalanan. Hingga akhirnya melahirkan di pinggir jalan,” ungkap Nurul, ketika diwawancarai di rumahnya, siang sekitar pukul 12.30.

Sebenarnya lanjut ayah dari enam anak ini, saat itu ada warga di sekitar lokasi yang ingin membantu. Namun istrinya menolak karena malu. Praktis, proses persalinan berlangsung mandiri. Hanya dirinya yang menemani di masa-masa kritis tersebut.

“Setelah anak saya lahir, warga datang membantu. Bahkan ada yang mengantarkan saya ke bidan terdekat. Namun, ketika sampai di rumahnya, bidan tersebut menolak. Alasannya takut mau menolong,” beber Nurul.

Company Logo

Meski bayi telah lahir dengan selamat, namun ari-arinya belum keluar. Sehingga dia meminta bantuan bidan swasta di Desa Kaliglagah, walau belakangan permintaannya ditolak.

Tak menyerah, bapak enam anak ini akhirnya meminta bantuan bidan lain yang masih tetangganya. Rumahnya berjarak sekitar enam kilometer dari tempat kejadian.

“Setibanya di lokasi, ternyata ari-ari sudah keluar. Ibu bidan tinggal memotong tali pusarnya saja. Setelah itu, istri dan bayi yang baru lahir saya bawa pulang. Tidak dirawat di puskesmas. Alhamdulillah, ada Pak Kades yang membantu,” tuturnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.