Jejak Sunyi Seorang Penggerak: Duka Ansor Banser atas Wafatnya Sang Pelopor

oleh -623 Dilihat
Foto: Muhammad Badril Umam (Mantan ketua PAC GP Ansor Rambipuji Jember)
Company Logo

Peristiwa di Diklats Ledokombo tahun 2025 menjadi saksi ketangguhan itu. Saat sempat terjatuh di medan berat, almarhum justru bangkit dan melanjutkan kegiatan dengan semangat yang sama.

“Itu bukan sekadar fisik, tapi soal jiwa pengabdian,” kata Badril.

Figur yang Menghapus Sekat

Di balik ketegasannya sebagai pemimpin, Saiful Bahri dikenal sebagai sosok yang hangat dan egaliter. Ia membangun kedekatan tanpa batas usia maupun jabatan.

“Saya memanggilnya Abah Jibul. Beliau menciptakan keakraban dengan siapa pun, bahkan dengan kader yang jauh lebih muda,” ujarnya.

Tak ada jarak, tak ada sekat. Yang ada hanyalah semangat kebersamaan dan perjuangan untuk NU.

Kini, sosok itu telah tiada. Namun bagi Badril dan ribuan kader lainnya, nilai-nilai yang ditanamkan Saiful Bahri akan terus hidup—menjadi api yang tak padam dalam perjalanan panjang Nahdlatul Ulama.

Company Logo

“Beliau pergi, tapi semangatnya tetap tinggal bersama kami,” ucap Badril pelan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.