SURABAYA, Pelitaonline.ID – Ketika kehidupan menguji dengan keras, hanya sedikit orang yang mampu bertahan dan tetap teguh dengan keyakinannya. Eddy Soetanto, seorang pria Tionghoa berusia lebih dari 40 tahun, adalah salah satu contoh nyata bahwa keteguhan hati dan iman bisa menjadi sumber kekuatan yang luar biasa, meskipun dalam keterpurukan yang dalam.
Tak ada yang menyangka, pria yang memiliki wajah cerah dengan kacamata tebal ini adalah sosok yang tengah menghadapi ujian berat. Dulu, ia adalah seorang importir sukses dan komisaris di perusahaan distributor suku cadang kendaraan bermotor milik keluarga di Surabaya. Hidupnya tampak begitu mapan, dengan segala fasilitas yang bisa dimimpikan banyak orang.
Namun, segalanya berubah dalam sekejap. Menjeratnya hutang miliaran rupiah, yang semakin menggunung seiring dengan perkembangan bisnis yang terpuruk, mengubah segalanya. Kondisi finansial yang semakin memburuk membuatnya tersisih dari perusahaan keluarganya.
Keluarga yang dulu mendukungnya, kini menganggapnya sebagai beban, bahkan membencinya. Namun, di balik semua itu, Eddy tidak pernah mengeluh.”Dalam hidup, kita tak bisa menghindari cobaan. Tapi, kita bisa memilih bagaimana menghadapinya,” kata Eddy dengan suara tenang yang dipenuhi keteguhan.
Meski tak ada lagi dukungan dari keluarga, Eddy tetap memelihara hatinya dengan rasa syukur. Ia tidak merasa benci atau dendam, meskipun perlakuan keluarganya kepadanya tak adil. Sebaliknya, ia semakin semangat untuk bangkit dan mengembalikan keadaan seperti semula.
“Tuhan selalu punya jalan untuk kita. Jika ini adalah ujian dari-Nya, saya percaya ada rencana indah di balik semua ini,” tambahnya dengan senyuman yang tetap cerah meski hidup tak lagi sama.
Kini, kehidupan Eddy jauh berbeda. Ia hidup sederhana, sebatang kara, namun hatinya tetap penuh harapan. Tidak sedikit pun ada keluhan yang terucap dari bibirnya. Bahkan, meskipun keadaan dirinya serba sulit, ia tetap murah tangan untuk membantu sesama, tanpa pandang agama, suku, atau ras.
Bagi Eddy, semua umat manusia adalah saudara, dan ia meyakini bahwa Tuhan selalu bersamanya, memberinya kekuatan untuk terus berbagi meski dalam kekurangan. Eddy menyebutkan bahwa “iman dan takwa” adalah kekuatan yang selalu ada dalam hidupnya,
bahkan jauh lebih kuat dari apa yang dikenal orang Islam sebagai ketakwaan.
“Ini adalah keyakinan yang telah menuntunnya untuk bertahan, berjuang, dan tetap tenang meski tantangan hidup datang silih berganti,” ucapnya dengan matanya yang memancarkan ketenangan.
Dulu, Eddy orang yang sibuk dengan dunia, dengan pekerjaan, dan banyak hal. Kini, saya merasa lebih dekat dengan Tuhan. Hidup yang terpuruk mengajarkan saya banyak hal tentang kebesaran-Nya, Meski harus berjuang di tengah gejolak ekonomi Indonesia yang tak menentu, Eddy tak pernah hilang keyakinannya. Ia percaya bahwa Tuhan akan memberikan jalan keluar.
“Prosesnya bisa cepat, bisa juga lambat. Tapi saya tahu, Tuhan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang sabar,” kata Eddy sambil tersenyum tulus.
Dengan postur tubuh tinggi sekitar 170 cm, kulit putih, dan wajah ceria, Eddy tetap memancarkan aura positif meski hidupnya penuh gejolak. Pria yang dulu memimpin perusahaan besar, kini menjadi sosok yang sederhana dan rendah hati. Tidak ada lagi kemewahan yang menyelimuti hidupnya, namun hatinya tetap penuh dengan harapan dan semangat untuk membantu sesama.
Eddy Soetanto adalah bukti nyata bahwa di balik setiap kesulitan, ada peluang untuk bertumbuh. Meskipun ia telah kehilangan banyak hal, namun ia masih memiliki hal yang paling berharga: ketenangan batin dan keyakinan bahwa Tuhan selalu memiliki rencana yang indah bagi setiap umat-Nya. Saat banyak orang merasa putus asa, Eddy justru membuktikan bahwa dengan iman, keteguhan, dan kasih sayang kepada sesama, hidup akan selalu menemukan jalannya.
Pewarta : MB.Umam
Editor : Wahyudiono










