Mulai 5 Juni, PG Semboro Buka Giling Tebu di Tengah Pandemi Covid-19, Ada Yang Berbeda?

oleh -1116 Dilihat
oleh
tumpeng
Acara potong tumeng sebagai tanda dimulainya buka giling tebu yang digelar secara sederhana di Padepokan Arum Sabil
Company Logo

Jember, Royalan atau syukuran biasa dilakukan secara turun temurun di Pabrik Gula (PG). Semboro Jember, selama satu bulan sebelum memasuki musim giling, dimana pada saat royalan, masyarakat sekitar PG Semboro akan menggelar ‘pesta rakyat’ dengan berbagai hiburan dan juga pameran.

Namun untuk tahun 2020, ditengah Pandemi Covid-19, acara yang sudah menjadi tradisi turun temurun ini berubah dan sangat terasa sekali perbedaanya, dimana acara syukuran buka giling digelar secara sederhana dan khidmat, walau hanya melakukan pemotongan tumpeng untuk mengawali giling tebu yang direncanakan mulai Jumat 5 Juni 2020.

“Tradisi turun temurun seperti royalan, rupanya hanya sampai tahun 2020, dan kami tidak memungkinkan untuk menggelar acara yang sudah ‘kolosal’ karena sudah mendarah daging di benak masyarkat Semboro dan sekitarnya, karena adanya wabah Covid-19, sehingga acara buka giling ini digelar secara sederhana dengan ditandai pemotongan tumpeng,” ujar HM. Arum Sabil ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) saat menggelar acara syukuran buka giling tebu pada Rabu (3/6/2020).

Arum menambahkan, dengan acara syukuran buka giling tebu karena Pandemi Covid-19 ini, ia berharap ada hikmah yang bisa diambil, selain itu tentu dirinya juga berharap, panen tebu kali ini bisa menghasilkan gula yang melimpah dan bisa memberi kontribusi kepada bangsa.

“Saat ini, PG Semboro mampu memproduksi gula sekitar 6 ton perharinya, 10 tahun lalu dimasa kejayaannya, dalam setahun PG Semboro mampu memproduksi gula sampai 90 ribu ton, namun untuk tahun ini, diprediksi akan menghasilkan kurang lebih 60 ribu ton,” beber Arum.

No More Posts Available.

No more pages to load.