Agar tepat sasaran dan tetap menjaga physical distancing kata Suliyono, komunitasnya membagikan dengan cara door to door ke pemukiman penduduk yang sebelumnya telah didata. “Jadi kita tidak melakukan pengumpulan massa,” imbuhnya.
Kegiatan Ayo Bergerak sejatinya berawal dari kumpul-kumpul sekawan, dari sana tercetus ide untuk melaksanakan kegiatan sosial. Jadi, sumber dana pada awal gerakan pun hasil urunan para anggota yang kemudian menarik simpati dari donatur dari luar untuk ikut berbagi dengan menyisihkan sedikit rezekinya.
“”Sebenarnya ini untuk menggugah masyarakat yang lain agar lebih peduli kepada tetangganya, keluarganya yang terdampak Covid-19. Jadi kami coba melakukan ini untuk lebih peduli,” tandas Suliyono. (gopur)





