Pemprov Jatim Perkuat Link and Match Vokasi dengan Industri

oleh -3519 Dilihat
Company Logo

SURABAYA, Pelitaonline.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia industri sebagai upaya meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja.

Kebijakan ini diarahkan agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga adaptif terhadap perubahan global serta mampu menciptakan peluang usaha mandiri.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya pendidikan vokasi dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang sesuai kebutuhan industri.

“Kami ingin lulusan vokasi tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berwirausaha dan bersaing di tingkat global,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Dalam implementasinya, Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (UPT PTKK) Dinas Pendidikan Jawa Timur menjadi salah satu ujung tombak dalam peningkatan kompetensi SDM.

Lembaga ini berperan sebagai pusat pelatihan sekaligus Tempat Uji Kompetensi (TUK) resmi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Layanan UPT PTKK menjangkau berbagai kelompok, mulai dari siswa SMK, program SMA Double Track, pendidikan khusus dan layanan khusus (PKPLK), hingga masyarakat umum.

Company Logo

Salah satu capaian signifikan terlihat pada bidang fotografi, di mana sekitar 300 peserta telah mengikuti sertifikasi kompetensi. Capaian tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan jumlah lulusan bersertifikat fotografi terbesar di Indonesia.

Khofifah menilai sertifikasi kompetensi memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja. “Sertifikasi bukan sekadar dokumen, tetapi pengakuan formal atas kemampuan kerja yang dimiliki,” katanya.

Selain sertifikasi, UPT PTKK juga mengembangkan pelatihan berbasis keterampilan di berbagai sektor, mulai dari teknik mesin, pengelasan, otomotif, teknik pendingin dan tata udara, hingga bidang industri kreatif seperti tata busana, tata boga, tata kecantikan, desain grafis, animasi, fotografi, dan videografi.

Inovasi juga dilakukan melalui program Mobile Training Unit (MTU) dalam skema MILEA, yang memungkinkan pelatihan vokasi menjangkau daerah dengan keterbatasan fasilitas praktik.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut UPT PTKK diarahkan menjadi pusat keunggulan atau “bengkel SDM” yang mampu menjawab kebutuhan industri.

“Standar industri harus hadir dalam sistem pembelajaran. Sertifikasi yang diperoleh siswa harus benar-benar relevan dan meningkatkan peluang mereka terserap di dunia kerja,” ujarnya.

Atas kinerjanya, UPT PTKK meraih dua penghargaan nasional, yakni sebagai TUK Terbaik 2025 bidang fotografi dari LSK Fotografi Indonesia serta penghargaan TUK terbaik dari Forum LSK dengan tingkat kelulusan tertinggi secara nasional. (Edy)

No More Posts Available.

No more pages to load.