Namun, yen Jepang justru melemah karena Jepang sangat bergantung pada impor energi. Sementara itu, euro dan poundsterling mengalami volatilitas akibat kekhawatiran terhadap inflasi dan perlambatan ekonomi di Eropa.
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Global
Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan dapat memperburuk kondisi ekonomi dunia. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global bisa melambat hingga 2,5 persen jika harga minyak terus tinggi dan inflasi tidak terkendali.
Bahkan dalam skenario terburuk, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan hanya mencapai 2 persen dengan inflasi menembus lebih dari 6 persen.
Meski begitu, sebagian ekonom menilai pelemahan dolar AS dalam beberapa waktu terakhir dapat menjadi kabar baik bagi negara berkembang karena memberikan ruang lebih longgar untuk pemulihan ekonomi dan penurunan suku bunga.
Perang AS-Iran kini bukan hanya persoalan geopolitik, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi dan keuangan dunia.








