JEMBER, Pelitaonline.ID – Suasana Sungai Besini, Desa Puger Kulon, Kabupaten Jember, sempat gempar pada 14 Agustus 2025. Warga menemukan jasad seorang pria mengapung, tanpa pakaian. Suasana sekitar mendadak heboh.
Belakangan, pria itu diketahui bernama Abdul Rahim, seorang nelayan yang sehari-hari mencari nafkah di perairan Puger. Awalnya, banyak yang mengira Abdul Rahim meninggal karena tenggelam.
Apalagi, kedua sepupunya, Suparmanto dan Muhammad Nur, terlihat begitu sibuk mendampingi keluarga korban saat melapor ke Polsek Puger. Namun, siapa sangka, di balik kepura-puraan itu, justru tersimpan fakta mencengangkan merekalah dalang di balik kematian Abdul Rahim.
“Korban sebenarnya tewas sehari sebelumnya, pada 13 Agustus. Kasus ini murni pembunuhan,” ungkap Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, dalam konferensi pers, Rabu (27/8/2025) di halaman Mapolres Jember.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jember, AKP Angga Riatmae menerangkan kronologis kejadian pembunuhan, bermula dari pesta minuman keras. Korban bersama kedua temannya menenggak minuman hingga mabuk berat.
Dalam kondisi tersebut, suasana berubah ricuh. Abdul Rahim yang dikenal keras saat mabuk, marah-marah, bahkan memukul kedua temannya sendiri. Kedua tersangka sempat mencoba mengamankan korban dengan cara memiting.
Namun Abdul Rahim semakin sulit dikendalikan. Dengan dalih menenangkannya, kedua tersangka menyeretnya ke Sungai Besini. Dilokasi, semua pakaian korban dilucuti, sementara ponselnya ditinggal di jok motor.
Sayangnya, kata Angga di tepi sungai itulah nasib tragis Abdul Rahim berakhir. Ia kembali mengamuk, memukul sepupunya yang juga sama-sama mabuk, membuat emosi kedua tersangka memuncak.”Keduanya lalu menenggelamkan Abdul Rahim hingga tak lagi bernapas.” katanya.
Ironisnya, keesokan harinya, Suparmanto dan Muhammad Nur masih sempat berpura-pura prihatin. Mereka ikut mendampingi ibu korban ke kantor polisi, melaporkan penemuan jasad Abdul Rahim.“Pelaku mencoba merekayasa kejadian agar seolah-olah korban meninggal karena tenggelam,” tambah Angga.
Kini, sandiwara itu terungkap. Kedua tersangka dijebloskan ke sel tahanan Polres Jember. Kasus ini menjadi potret kelam bagaimana akibat minuman keras dan emosi sesaat hilangnya nyawa seorang nelayan sederhana di Puger.
Pewarta : Zainal Arifin
Editor : Wahyudiono









