“Dari informasi awal, pengakuan sopir, bahwa dirinya sejak turun dari gunung kumitir sudah melakukan pengereman, namun sampai di pertigaan Silo, pedal rem gak bisa diinjak dan blong, sehingga sopir hanya bisa melakukan upaya dengan membunyikan klakson saja,” Bebernya.
Wildan juga tidak sepenuhnya menyebut kesalahan ada pada pengemudi. “Bisa jadi faktor lain juga menjadi penyebabnya, seperti perusahaan tempat bekerja maupun kondisi jalan, dimana dari olah TKP jalanan di Sempolan memiliki turunan yang cukup panjang, yakni 15 km lebih,” ujar Wildan










