Warga Slawu Jember Tebus Sembako Murah 30 Ribu dari Pertamina

oleh -3770 Dilihat
oplus_0
Company Logo

JEMBER, Pelitaonline.ID – Program pasar murah tebus murah yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sekretaris Kelurahan Slawu, Hermanto, mengatakan wilayahnya memperoleh kuota 102 penerima manfaat. Distribusi bantuan dilakukan melalui masing-masing rukun warga (RW) dengan jumlah yang disesuaikan berdasarkan data penerima di lapangan.

“Kelurahan Slawu mendapat 102 penerima. Pembagiannya melalui RW, ada yang menerima delapan paket, 14 paket, bahkan ada yang satu paket, sesuai data warga,” kata Hermanto, Kamis, (16/4/2026).

Menurut dia, skema distribusi berbasis RW dinilai lebih tepat sasaran karena mempertimbangkan kondisi riil masyarakat di tingkat lingkungan. Ia menambahkan, program tersebut cukup membantu warga, terutama di tengah tekanan harga kebutuhan pokok.

Setiap paket sembako dapat ditebus dengan harga Rp30 ribu, jauh di bawah harga pasar. Paket tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok, antara lain beras 5 kilogram, gula, minyak goreng, susu, dan sarden.

“Walau ditebus, harganya sangat terjangkau. Ini meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Hermanto berharap program serupa dapat dilakukan secara berkala untuk menjaga daya beli warga. “Kalau bisa tidak hanya sekali, tetapi rutin, misalnya dua bulan atau empat bulan sekali,” katanya.

Company Logo

Ketua RT 01 RW 01 Lingkungan Puring, Supardi, menyebut wilayahnya memperoleh 29 paket sembako. Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah dan Pertamina dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Setiap paket berisi kebutuhan pokok dan ditebus Rp30 ribu. Ini sangat membantu warga,” kata Supardi.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Ia menyebut program ini dirancang untuk merespons kondisi ketidakpastian global yang berdampak pada fluktuasi harga pangan. “Kami ingin memastikan kehadiran perusahaan memberi dampak langsung, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” ujarnya.

Ahad menegaskan dana hasil penebusan paket sembako tidak menjadi keuntungan perusahaan. Dana tersebut, kata dia, akan disalurkan kembali dalam bentuk bantuan sosial.

“Dana yang terkumpul akan dikembalikan ke masyarakat, seperti untuk perbaikan sarana ibadah, fasilitas desa, hingga santunan sosial,” kata Ahad. (Gik)

No More Posts Available.

No more pages to load.