Porsi Berlebihan Tetap Berisiko
Meskipun memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, konsumsi pasta dalam jumlah besar tetap dapat meningkatkan kadar gula darah.
Hal ini terutama perlu diperhatikan oleh orang yang memiliki diabetes atau resistensi insulin. Semakin banyak karbohidrat yang dikonsumsi, semakin besar pula kerja tubuh dalam menghasilkan insulin untuk mengendalikan gula darah.
Karena itu, kunci utamanya bukan menghindari pasta sepenuhnya, melainkan mengatur porsi dan frekuensi konsumsinya.
Kombinasi Makanan Sangat Berpengaruh
Cara menyajikan pasta juga berperan penting dalam memengaruhi respons gula darah.
Mengombinasikan pasta dengan sumber protein seperti ayam, ikan, telur, atau daging tanpa lemak dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa. Begitu pula dengan tambahan sayuran dan lemak sehat seperti alpukat atau minyak zaitun.
Sebaliknya, pasta yang disajikan bersama saus tinggi gula, makanan olahan, atau lemak jenuh berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan.










