“Militansinya tidak pernah pudar. Keikhlasannya itu yang sulit dicari,” tutur Badril.
Di Antara Tugas Negara dan Amanah Umat
Sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, Saiful Bahri menjalani dua peran yang tak ringan. Namun bagi Badril, keseimbangan itu justru menjadi bukti keteguhan almarhum dalam memaknai pengabdian.
“Beliau tidak pernah menjadikan kesibukan sebagai alasan. Justru di situlah terlihat totalitasnya—membagi waktu untuk negara dan umat,” ujarnya.
Hingga akhir hayat, dedikasi itu tak pernah surut. Ansor dan NU tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.
Jejak di Medan Kaderisasi
Salah satu kenangan paling membekas bagi Badril adalah ketika mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Banser. Di usia yang tak lagi muda, Saiful Bahri tetap terjun langsung, bahkan menelusuri rute pelatihan hingga puluhan kilometer.
“Ia berjalan jauh, naik turun medan, tanpa keluhan sedikit pun,” kenangnya.










